Luno

berdiri dan terus melangkah tanpa lelah...

Rabu, 02 Oktober 2013



Dear Skoli....

Sengaja kutuliskan surat ini kepadamu, supaya kau tahu bahwa kau selalu menguatkan dan bahkan aku tidak getir melewati kisah perjalanan dalam hidupku bersamamu. Oh ya, apa kabar kau Skoli?. Aku tahu pasti kau sangat berbahagia, buktinya senyummu selalu menghiasi warna-warni dalam kesibukanku. Namun jika kita berpikir, senyum itu tak selalu indah untuk kita tujukan kepada orang lain ya, barangkali mereka memaknai senyum itu seperti kita sedang bertemu dengan kebahagiaan, padahal belum tentu. namun dalam hidup, Tuhan selalu memberikan keindahan-keindahan yang mana manusia tidak merasakannya. Bahkan manusia sendiri yang membuatnya dirinya menjadi rumit?, bukankah manusia sendiri yang membuat dirinya sendiri menjadi sedih dan senang?. Aku berbicara seperti ini karena aku yang merasakannya seperti itu, ah... betapa menyesalnya setelah aku mengerti, Skoli.

Bagiku Skoli, dengan adanya kau di dalam lembaran hidupku ini, kau lah yang membuatku selalu tegar. Karena itu Tuhan memilihku. Skoli, detk-detik ini aku selalu semangat menjalani hidup. Aku bisa beraktifitas sebagaimana mestinya, bahkan aku selalu lupa dengan keberadaanmu. Tapi tenang saja Skoli, aku akan selalu berusaha membuatmu kembali pada semula. Kalau sudah total 100 % kau divonis sembuh, seketika kita akan bersujud KepadaNya dan pergi ke suatu tempat. Pelan-pelan kita akan melakukan sesuatu hal yang simple dan sederhana untuk orang lain Skoli.


Aku hanya berkeinginan setelah ini selesai, aku akan menjadi lebih memperhatikan diriku sendiri, Skoli. Betapa sangat mahalnya kesehatan itu, apalagi sakit. Kira-kira orang yang sehat ingat sakit ngga’ ya?, atau bahkan mengingat mati?. Setahuku Skoli, betapa bahagianya Sehat setelah sakit. Apalagi tidak pernah tidak bersujud kepadaNya. Semoga aku selalu diberi kuat denganmu ya Skoli. Kita jalani hidup ini dengan sederhana dan selalu mengingatNya. Amien...



Yang Mencintaimu, Skolioser

2 komentar: